6.05.2009

Lomba Robot Nasional IRO 2009


Perhelatan tahunan Robot Lego yang di-sponsori Lego Education : Indonesian Robotic Olympiad 2009, akan digelar di bulan Agustus 2009, tepatnya 8-9 Agustus 2009. Pendaftaran 1 April – 27 Juni 2009. Biaya pendaftaran per peserta Rp. 300.000,- (sebelum 31 Mei 2009) dan Rp. 400.000,- (setelah 31 Mei 2009). Biaya sudah termasuk menginap 1 (satu) malam termasuk breakfast di Grand Tropic Hotel @ 4 orang per apartemen – check in 8 Agustus 2009, dan transportasi hotel – tempat pertandingan.

Berikut adalah kategori yang dipertandingkan berikut dengan batasan usia masing-masing.

* Elementary (lahir 1 Januari 1997 atau lebih muda)
* Junior High (lahir antara 1 Januari 1994 – 31 Desember 1996)
* Senior High (lahir antara 1 Januari 1990 – 31 Desember 1993)


Kategori lainnya: Tug of War dan Open Category, akan disampaikan menyusul.

Masing-masing tim terdiri dari 2 atau 3 orang peserta dengan 1 orang coach.

Perangkat menggunakan Lego Mindstorms RCX atau Lego Mindstorms NXT Education, dengan pemrograman menggunakan RoboLab atau NXT-G. Masing-masing tim harus membawa perangkat serta laptop sendiri.

Ukuran robot adalah 250 x 250 x 250 mm. Setelah start, ukuran robot tidak dibatasi. Robot harus bergerak secara otomatis dari titik start menuju titik finish dalam waktu yang telah ditentukan.

Perakitan, pemrograman dan kompetisi berlangsung selama 150 menit. Setiap tim mendapat kesempatan 20 slot pencatatan point. Point final adalah point terakhir (walaupun bukan yang terbaik).

Untuk informasi lebih lanjut mengenai IRO 2009, pendaftaran kolektif serta pelatihan untuk mengikutinya, silahkan menghubungi kami:

NEXT SYSTEM
Robotics Learning Center
ITC Kosambi F2
Jl. Baranang Siang 6-8
Bandung 40112
Tel. (022) 4222062, 70775874
Email: info@nextsys.web.id

THE EFFECT OF INSTRUCTIONAL APPROACHES AND LEARNING STYLES ON ENGLISH SPEAKING SKILLS

When teaching students of the English Education Department, the Faculty of Tarbiyah and Teachers Training State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta, the researcher observed that their mastery of English speaking skill as one of their compulsory expertise subjects required is still low. A great number of students used Indonesian. Although they spoke English, there were still many mistakes in accent, vocabulary, structure, comprehension, and fluency. This low mastery of the students’ English speaking skills can also be proven by the fact that the average scores is still below 80.
Therea are many factors that can cause the students’ low mastery of English speaking skills including learning materials, facilities, instructional strategy, the students themselves, among others. The instructional strategy used today, especially in English speaking instruction, does not enable students to achieve the expected learning outcomes. The selection of materials, media, evaluation, and particularly instructional approach do not meet the students’ needs. Instructional approaches in English speaking skills applied today still emphasize the academic grade and intellectual intelligence. This causes learning to be viewed as a burden and not as a need. Those instructional approaches are not able to respond to the problems, needs, and challenges of the 21st century.

To solve the problems, an accelerated learning approach is assumed to enable one to face learning challenges in the global era. Since, the accelerated learning approach does not only emphasize certain intelligence but multiple intelligences of the students. In addition to instructional approaches, there are many other factors that affect English speaking skills: age, talent, attitude, motivation, personality, cognitive styles, including learning styles. The students’ learning styles strongly influence their English speaking skills since learning information in accordance with the learning styles, the students’ English speaking skills will improve.
Different learning styles can cause receiving, managing, processing of information and determine how much information the students obtain. Moreover, they influence the capacity of producing the information in the form of English speaking skills. Students have various learning styles such as visual and auditory among others. These two learning styles are regarded to affect language, in particular, English speaking skills. Visual learning style follows the way the visual parts of the brain works which tends to think holistically, integratively, emotionally, and intuitively. This style has the following characteristics: learning by observing, sequencing information in detail, a preference for jotting down what the lecturer says, preferring silence, and tending to be more independent.
The auditory learning style follows the way the auditory part of the brain works which tends to think analytically, verbally, linearly, and in detail. A person with this style has the following characteristics: prefers sounds, prefers the dim light, prefers informal design, uncontinuous to do an activity, and prefers learning with peers. Based on the above description, it is necessary to conduct a research dealing with English speaking skills correlated to instructional approaches (accelerated learning approach as opposed to traditional learning approach) and learning styles (visual and auditory) as the independent variables at English Department of Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta.
In line with the background above, the research problem can be stated as follows: (1) As a whole, is there any difference in the English speaking skills of the students who learn by the accelerated learning approach and those students who learn by the traditional approach? (2) For students having visual learning style, is there any difference in the English speaking skills of the students who learn by the accelerated learning approach and those students who learn by the traditional approach? (3) For students having auditory learning style, is there any difference in the English speaking skills of the students who learn by the accelerated learning approach and those students who learn by the traditional approach? (4) Is there any effect of interaction between instructional approaches and the students’ learning styles on their English speaking skills?

Dr. Didik Santoso, M.Pd
Dosen Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara

Proceeding of International Seminar Paper“Resource Based Instruction”
Department of Educational Technology Postgraduate Studies, The State University of Medan Cooperation with
Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) North Sumatra

6.04.2009

THE ROLE OF THE COMMUNITY IN THE DEVELOPMENT OF EDUCATION IN INDONESIA

Abstract

School committee involved in planning, implementing and monitoring the school program. School finances transparent and open. Parents support directly the children’s education. Cluster based system of teacher professional development operate adequately and is it made use of by the teachers. Classroom environment interesting and child friendly. The students’ activities varied, practical and do they use the physical and social environment. The students given the opportunity to develop their social skills.

Keyword : Community, Education

5.26.2009

UNIVERSITY OF ASAHAN

Bahan ajar untuk mahasiswa FKIP Jur. Pend. Matematika Sem VI mata kuliah Analisis Riil I. sudah dapat diunduh di sini .

Untuk penyerahan tugas agar diserahkan melalui e-mail masing-masing ke alamat :
sapta_0809@yahoo.co.id

dan menyerahkan hard copynya pada saat perkuliahan berlangsung.

5.25.2009

SOAL PELATIHAN EDISI 020/05/2009


Soal Pelatihan Olympiade Matematika

Edisi 020
Minggu 4
Bulan Mei 2009


dapat diunduh di sini

SOAL PELATIHAN EDISI 020/05/2009


Soal Pelatihan Olympiade Matematika

Edisi 020
Minggu 4
Bulan Mei 2009


dapat diunduh di sini

5.24.2009

FORMAT PENULISAN LKG 2009

1. Bagian awal
1) Halaman judul
a)Judul singkat, jelas, relevan dengan isi tulisan, dan diketik dengan huruf kapital.
b)Nama penulis.
c)Kedudukan guru yang menyatakan keberadaan guru pada satuan pendidikan SD/SMP/SMA dan mata pelajaran yang menjadi bidang tugasnya.
d)Tanggal penulisan.

2) Halaman pengesahan/persetujuan kepala sekolah
Lembaran tersebut menyatakan pengesahan atau persetujuan kepala sekolah dengan bukti tanda tangan, nama, NIP/NIGB/NIY (kalau ada) dan stempel sekolah yang bersangkutan.
3) Kata Pengantar
4) Daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran bila ada
5) Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris antara 200–300 kata


2. Bagian inti pembahasan
1) Pendahuluan
Pendahuluan berisi atau mengungkapkan antara lain hal-hal sebagai berikut :
a) Latar belakang
oMenggambarkan bahwa topik atau fokus permasalahan menarik dan relevan dengan upaya peningkatan mutu pembelajaran
oMenunjukkan bahwa topik atau fokus permasalahan tersebut bersifat spesifik, asli, dan belum pernah disajikan secara tertulis sebagai karya lomba keberhasilan pembelajaran. 3
b) Rumusan masalah atau pertanyaan penelitian, kajian, atau evaluasi yang menggambarkan ruang lingkup atau pembatasan kegiatan pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan topik atau fokus permasalahan.
c) Tujuan dan manfaat penelitian, kajian, atau evaluasi yang dilakukan. Rumuskan secara rinci tujuan dan manfaat kegiatan penelitian, kajian, atau evaluasi yang dilakukan.
d) Definisi konsep, definisi operasional, dan/atau kajian teoritis yang relevan.
2) Metodologi penelitian atau prosedur pembelajaran.
a)Metode penelitian atau prosedur pembelajaran. Jelaskan secara rinci prosedur penelitian, penelitian tindakan kelas, kajian, atau evaluasi pembelajaran/bimbingan yang dilakukan.
b)Subjek penelitian, kajian, atau evaluasi. Jelaskan secara rinci pada kelas berapa kegiatan pembelajaran/bimbingan dilakukan, berapa banyak dan bagaimana karakteristik siswanya.
c)Teknik pengumpulan data. Jelaskan teknik pengumpulan data, seperti dengan tes, observasi, data sekunder, dan sebagainya.
d)Validasi instrumen penelitian, kajian, atau evaluasi. Jelaskan bagaimana instrumen itu divalidasi, seperti uji validitas, validasi sejawat, atau menggunakan instrumen yang terstandar.
e)Teknik analisis data. Jelaskan teknik analisis data, baik kuantitatif maupun kualitatif.
3)Laporan hasil penelitian atau kegiatan pembelajaran
a)Hasil penelitian atau kegiatan pembelajaran.
b)Analisis hasil penelitian atau kegiatan pembelajaran.
4) Kesimpulan dan saran-saran
a)Kesimpulan utama yang dapat diambil dari kegiatan pembelajaran.
b)Saran-saran yang ditujukan baik kepada teman sejawat, pengelola pendidikan atau berbagai pihak lain yang relevan. 4

3. Bagian Akhir
1)Daftar pustaka
2)Lampiran data-data yang diperlukan untuk menunjang kebenaran laporan kegiatan, misalnya: data hasil belajar, instrumen pengukuran yang digunakan program pembelajaran dan lain-lain.
3)Setiap naskah lomba supaya dilampiri biodata peserta yang disahkan oleh kepala sekolah (contoh terlampir).