Showing posts with label berita/news. Show all posts
Showing posts with label berita/news. Show all posts

1.28.2011

HASIL REMEDIAL SEMESTER

HASIL REMEDIAL SEMESTER MATEMATIKA
KELAS XI IPA
SMA HARAPAN 1 MEDAN

Tanggal : 27 Januari 2011

Dari hasil ujian remedial semester diperoleh


7 orang yang lulus. Nama-nama siswa yag lulus dapat diunduh disini.
Bagi siswa yang belum lulus dapat mengikuti ujian remedial putara 2 pada bulan Februari 2011.

Bagi siswa yang belum mengikuti pembelajaran remedial putaran 1 gelombang 1 dapat mengikuti pembelajaran remedial putaran 1 gelombang kedua yang Insya Allah diadakan pada tanggal 3 Februari 2011

KESEMPATAN MENGIKUTI DIKLAT TAHUN 2011 di SEAMEO QITEP

SEAMEO QITEP in Mathematics sebagai lembaga Regional di bawah SEAMEO (South East Asian Ministers of Education Organization) yang saat ini berkedudukan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika mempunyai tugas pokok meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan matematika di lingkup SEAMEO Member Countries (Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Myanmar, Malaysia, Singapura, Thailand, Timor Leste, serta Vietnam ).

Pada tahun 2011 ini, SEAMEO QITEP in Mathematics akan menyelenggarakan diklat-diklat reguler sebagai berikut :

1. Course on Developing Lesson Study in Mathematics Education Diklat pembelajaran Matematika dengan konsep Lesson Study yang menggunakan langkah “plan”, “do” dan “see” 6-26 Maret 2011
Guru SMP

2. Course on Teacher Made Teaching Aid Diklat mengenai pembuatan alat peraga Matematika untuk menunjang pembelajaran matematika di dalam kelas
1-21 Mei 2011
GuruSMP


3. Course on Differentiated Instruction/ Heterogeneous Mathematics Class Instruction Diklat pembelajaran matematika untuk mengajar murid dengan kemampuan yang berbeda-beda
29 Mei-18 Juni 2011
Guru SMA/SMK

4. Course on Joyful Mathematics Learning Diklat dengan metode student-centred sehingga membuat pelajaran matematika menjadi mudah dan menyenangkan
2-22 Juli 2011
Guru SD

1. Untuk itu kami mengundang Bapak/ Ibu Guru dari seluruh Indonesia untuk mengikuti seleksi sebagai peserta diklat tersebut dengan persyaratan : Guru pemandu/pengembang matematika yang terlibat aktif di KKG/MGMP Matematika (sebagai pengurus lebih diutamakan), dibuktikan dengan keterangan dari ketua KKG/MGMP yang disahkan oleh Dinas Pendidikan Kota/ kabupaten/ Propinsi.
2. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris baik aktif maupun pasif, yang dibuktikan dengan fotokopi sertifikat TOEFL (minimal 425) dan tes wawancara.
3. Berusia maksimal 50 tahun, dan bagi wanita tidak dalam keadaan hamil (dibuktikan dengan surat keterangan dokter)
4. Berbadan sehat, dibuktikan dengan surat keterangan dokter.
5. Menyertakan biodata atau curriculum vitae.

Persyaratan tersebut discan dan dikirimkan ke qitepinmath@yahoo.com dengan mencantumkan nama diklat pada subject email dan nomor HP (nomor akan dihubungi untuk untuk mengetahui kemampuan Anda dalam berbahasa Inggris).

Kuota peserta dari Indonesia adalah 14 orang untuk masing-masing diklat. Seluruh biaya transportasi, akomodasi, dan konsumsi bagi peserta diklat dibebankan pada DIPA PPPPTK Matematika Yogyakarta tahun 2011 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Untuk informasi selengkapnya dapat menghubungi :

SEAMEO QITEP in Mathematics

Jl. Kaliurang Km. 6, Sambisari, Depok, Sleman, Yogyakarta

Telp. : 0274 889987, 889955

Fax. : 0274 887222

Email : qitepinmath@yahoo.com

Atau :

1. Fadjar Shadiq

HP : 08156896973

Email : fadjar_p3g@yahoo.com

2. Anna Tri Lestari

HP : 08164227388

Email : annanda_17@yahoo.com

8.20.2010

JOYFUL LEARNING

Rationale:

Learning should be something joyful because it is a perpetual growth process and self reflection. Basically, learning is the change of behaviour acquired by individual experiences. Joyful student-centred learning experiences can generate student’s motivation, interest, creativity, initiative, inspiration, independence, and spirit of learning.

Some identified problems in mathematics learning among others are partial concept explanation or just defining the formulas, monotonous and tedious learning process, authoritarianism in class, and difficulties to focus on learning. Posamentier in 2003 in his book by title “Math Wonder to Inspire Teachers and Students” states that the whole society has to welcome mathematics not only as an advantageous subject but also a beauty even a joyful thing.


In experiencing learning process, students are highly motivated by an entertaining activity. For that reason, mathematics teachers are expected to develop ideas to motivate students by integrating joyful activity in the teaching and learning process. The activities such as discovering, exploring, constructing, designing, setting strategy, and solving the problems are wrapped in mathematics games, puzzles and hands-on activities.

Aims:

Participants are able to develop joyful learning in mathematics education.

Expected Outcome:

At the end of the course participants should be able to:
A. explain characteristic of joyful learning in mathematics education
B. produce joyful learning based mathematics teaching materials
C. create mathematics learning model applying joyful learning

Course Content:
A. Characteristic of joyful learning;
B. Teaching strategies/ models;
C. Teaching materials for joyful learning;
D. Teaching media; and
E Simulation/teaching practice focusing on/using joyful learning.

Participants:

The number of participants of the Course is 24 Junior High School mathematics teachers. The details of the participants are as follows
Country Number of Participant Specification of Participant
Indonesia 12 Junior High School math key teachers
Cambodia 2 Junior High School math key teachers
Lao PDR 2 Junior High School math key teachers
Myanmar 1 Junior High School math key teachers
Vietnam 1 Junior High School math key teachers
Timor Leste 1 Junior High School math key teachers
Malaysia 1 Junior High School math key teachers
Philippines 1 Junior High School math key teachers
Thailand 1 Junior High School math key teachers
Bruney 1 Junior High School math key teachers
Singapore 1 Junior High School math key teachers

Venue

SEAMEO Regional Centre for QITEP in Mathematics
Jl. Kaliurang Km.6 Sambisari Condongcatur Depok Sleman Yogyakarta, Indonesia


Course Requirements:

  1. Mathematics curriculum documents from participant\'s country.
  2. Articles on actual/recent issues on mathematics education in primary school in participant\'s country.
  3. Mathematics text books for Junior High School used in participant\'s school

Enquiries

SEAMEO Regional Centre for QITEP in Mathematics
Jl. Kaliurang Km.6 Sambisari Condongcatur Depok Sleman Yogykarta, Indonesia
Phone: +62 274 881717
Fax: +62 274 885752
Email: qitepinmath@yahoo.com

Bantuan Dana Blockgrant KKG/MGMP Matematika Tahun 2010

Dalam upaya pelaksanaan tugas fungsi PPPPTK Matematika meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan matematika dan dengan mengacu kepada sistem pengembangan profesi guru secara berkelanjutan maka diperlukan pembinaan salahsatunya dalam cluster khususnya di forum KKG/MGMP.
Mengingat hal-hal tersebut maka PPPPTK Matematika kembali menyalurkan bantuan dana (blockgrant) untuk peningkatan kegiatan di KKG/MGMP sehingga diharapkan kegiatan di KKG/MGMP yang bersangkutan dapat menjadi model bagi kelompok lain dalam mengelola pembelajaran matematika di sekolah.


Form surat pernyataan dan surat kesanggupan pengajuan dana Block Grant PPPPTK Matematika 2010 bisa didownload di sini .

Informasi lebih lengkap dapat dilihat dari leaflet berikut

PANDUAN PENYELENGGARAAN SISTEM KREDIT SEMESTER SMP/MTs DAN SMA/MA

Penerapan SKS dalam pengelolaan pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia saat ini merupakan suatu upaya inovatif untuk menambah kekayaan pengelolaan pembelajaran yang selama ini hanya menggunakan satu-satunya cara, yaitu sistem Paket. Melalui penerapan SKS ini dimungkinkan peserta didik dapat menyelesaikan program pendidikannya lebih cepat sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya.

Panduan penyelenggaraan SKS ini disusun untuk SMP/MTs dan SMA/MA, namun demikian panduan ini juga dapat diterapkan pada satuan pendidikan lainnya dengan melakukan penyesuaian dan memperhatikan karakteristik satuan pendidikan yang bersangkutan.


Pengembangan Panduan Penyelenggaraan SKS untuk SMP/MTs dan SMA/MA ini melalui perjalanan yang cukup panjang dan melibatkan berbagai unsur, yaitu Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan, Perguruan Tinggi, sekolah/madrasah, dan direktorat
di lingkungan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Nasional. BSNP menyampaikan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada semua pihak atas partisipasi, dedikasi, dan kontribusi mereka sehingga buku panduan ini dapat disusun. Semoga Panduan ini dapat digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan SKS di sekolah/madrasah, demi peningkatan kualitas pendidikan kita.

Panduan dapat diunduh di sini
Sumber: Pusat Sumber Belajar SMA

8.18.2010

Mendiknas Tetapkan 4 Prioritas Pendidikan 2011

AKARTA - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh menyatakan bahwa kementrian yang dipimpinnya telah menempatkan empat prioritas sektor pendidikan 2011. Empat prioritas itu adalah urusan pendidikan dasar, pendidikan vokasi (kejuruan) dan politeknik, percepatan doktor, serta pendidikan anak usia dini (PAUD).

Menurut Mendiknas, termasuk dalam penempatan pendidikan dasar sebagai prioritas utama pada adalah urusan perbukuan dan lembar kerja siswa (LKS). "Kita harapkan lunas pada 2011," katanya usai menjadi inspektur upacara pada Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-65 Republik Indonesia, di halaman Kantor Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta, Selasa (17/8).

Tentang pendidikan vokasi dan politeknik, kata Mendiknas menjelaskan, diprioritaskan untuk dapat menjawab persoalan ketenagakerjaan. "Kita siapkan tenaga-tenaga kerla yang punya keterampilan dan keahlian," ujarnya.


Lebih lanjut Mendiknas juga menjelaskan soal percepatan kualifikasi doktor di perguruan tinggi yang juga menjadi prioritas. Mendiknas menyebutkan, dari 270 ribu dosen terdapat 23 ribu dosen (8 persen) yang menyandang gelar doktor (S3). Ditargetkan, sampai dengan tahun 2014-2015 jumlah doktor dapat ditingkatkan menjadi 20 persen atau mencapai 30 ribu. "Setiap tahun harus ada tambahan doktor baru di perguruan tinggi sekitar 5-6 ribu," katanya.

Adapun soal adalah PAUD yang juga diprioritaskan, Mendiknas menyebutkan bahwa saat ini angka partisipasi kasar (APK) PAUD secara nasional mencapai 54 persen. Di daerah tertentu, angkanya ada yang mencapai 70 persen. "Oleh karena itu, mulai tahun 2011 PAUD juga kita genjot. Sesegera mungkin bisa kita antarkan mereka masuk sekolah dengan baik," ujarnya.

Sementara di dalam sambutan saat menjadi inspektur upacara, Mendiknas juga menyampaikan dua agenda utama yang harus segera diselesaikan. Pertama, implementasi pendidikan karakter yang terintegrasi secara utuh dan menyeluruh di seluruh jenjang pendidikan. Kedua, pemenuhan standar pelayanan minimum (SPM) terutama untuk pendidikan dasar, termasuk pemerataan dan aksesibilitas.

Pada upacara peringatan Kemerdekaan RI kali ini juga dirangkai dengan pemberian anugerah Satya Lancana Karya Satya bagi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kemdiknas yang telah memberikan darma baktinya selama 10, 20, dan 30 tahun. Hadir pada upacara itu antara lain Wakil Menteri Pendidikan Fasli Jalal, para pejabat eselon I-IV Kemdiknas.

Anggaran Kemdiknas Jadi Rp50,3 Triliun

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah menetapkan alokasi anggaran untuk Kementerian Pendidikan Nasional pada RAPBN 2011 sebesar Rp50,3 triliun, atau mencapai 23,9 persen dari total RAPBN sebesar Rp1.202 triliun.

"Anggaran pada Kementerian Pendidikan Nasional RAPBN 2011 akan difokuskan untuk meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan pendidikan bermutu dan terjangkau," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas RUU Tentang RAPBN 2011 Beserta Nota Keuangan, pada Sidang Paripurna DPR, di Gedung MPR/DPR-RI, Senin.

Presiden mengatakan, pemerataan pelayanan pendidikan yang bermutu dan terjangkau akan dilakukan melalui jalur formal dan non formal di semua jenjang pendidikan.


Meski besaran alokasi pendidikan pada 2011 yang mencapai Rp50,3 triliun lebih kecil dibanding 2010 sebesar Rp51,8 triliun, namun secara prosentasi dana pendidikan 2011 mencapai 23,9 peren, lebih tinggi dari 2010 yang hanya mencapai 21,73 persen.

Menurut Presiden, anggaran pendidikan tahun 2011 juga direncanakan untuk meningkatkan daya jangkau dan daya tampung sekolah melalui kegiatan pembangunan sekolah baru, dan penambahan ruang kelas baru.

Selain itu, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tetap diberikan bagi sekolah, madrasah, pesantren salafiyah, dan sekolah keagamaan non-Islam yang menyelenggarakan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun.

Ditambahkan Presiden, anggaran pendidikan juga untuk memberikan beasiswa bagi siswa miskin pada semua jenjang pendidikan.

"Dengan alokasi anggaran sebesar itu (Rp50,3 triliun) maka dapat meningkatkan rata-rata lama sekolah penduduk berusia 15 tahun ke atas menjadi 7,75 tahun," ujar Yudhoyono.

Selain itu, Kepala negara juga mengutarakan bahwa pemerintah terus berupaya menurunkan disparitas partisipasi dan kualitas pelayanan pendidikan antar wilayah, gender, dan sosial ekonomi, serta antar satuan pendidikan.

Citi Success Fund 2010

Area : Education
Type : Development
Location : Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya,
Medan and Bali
Impact : High School Teacher, Students and Community

Citi Success Fund (CSF) provides financial support to realize the ideas of high school teachers so that students can participate in creative activities and inspiring. Support is given to high school teachers in the Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan and Bali.

Program Objectives:

1. Building a two-way communication better between teachers and students
2. Support existing range of activities outside the classroom in a creative, inspiring and fun.
3. Stimulate creative thinking teachers.
4. Build awareness and responsibility of the disciples to the surrounding environment.
5. Creating activities to support the existing curriculum.


Financial Support:

  • financial support for the 100 recipients of funds each Rp. 5.000.000,- (must be used to realize the activity of the Citi Success Fund)
  • 10 best activity will be selected from the 100 recipients of funds to receive the gift of a check amounting to Rp. 3.500.000,- + Notebook for Rp. 4.500.000,- for teachers and a laptop for Rp. 7.500.000,- for schools (given after the activity is run).


We hope to impact teachers in enhancing their teaching skill, and to inspire students to achieve a better future by fun & creative learning.
Question and information, please email us at : csf@hopeindonesia.org

6.20.2010

Kesempatan Diklat Course on Utilization and Development of IT-based Mathematics Learning dan Course on Joyful Mathematics Learning

Sehubungan dengan akan diselenggarakannya diklat Utilization and Development of IT-based Mathematics Learning dan Course on Joyful Mathematics Learning oleh SEAMEO Regional Centre for QITEP in Mathematics di PPPPTK Matematika Yogyakarta, maka dengan ini dibuka kesempatan kepada Bapak/Ibu Guru bidang studi Matematika Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk mengikuti diklat tersebut.

Target peserta:

24 Guru Matematika SMP untuk setiap diklat (12 orang dari Indonesia dan 12 orang dari negara-negara anggota SEAMEO)

Waktu penyelenggaraan:

  1. Course on Utilization and Development of IT-based Mathematics Learning: 19 September – 16 Oktober 2010
  2. Course on Joyful Mathematics Learning : 18 Oktober – 14 November 2010

Syarat calon peserta:

  1. Guru matematika yang terlibat aktif di MGMP Matematika (sebagai pengurus lebih diutamakan), dibuktikan dengan keterangan dari ketua MGMP
  2. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris baik aktif maupun pasif, yang dibuktikan dengan fotokopi sertifikat TOEFL (score >= 425) dan tes wawancara
  3. Berusia maksimal 50 tahun, dan bagi wanita tidak dalam keadaan hamil (dibuktikan dengan surat keterangan dokter)
  4. Berbadan sehat, dibuktikan dengan surat keterangan dokter
  5. Menyertakan biodata atau curriculum vitae

Syarat-syarat mohon dikirimkan ke qitepinmath@yahoo.com dengan mencantumkan nama diklat pada subject email dan nomor HP, paling lambat :

  1. Untuk Course on Utilization and Development of IT-based Mathematics Learning pada tanggal 31 Juli 2010
  2. Untuk Course on Joyful Mathematics Learning pada tanggal 16 Agustus 2010

Pengumuman hasil seleksi:

1. Course on Utilization and Development of IT-based Mathematics Learning: 6 Agustus 2010
2. Course on Joyful Mathematics Learning: 23 Agustus 2010

Seluruh biaya transportasi, akomodasi, dan konsumsi bagi peserta diklat dibebankan pada DIPA PPPPTK Matematika Yogyakarta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Untuk informasi selengkapnya dapat menghubungi qitepinmath@yahoo.com atau ikarnasih2001@yahoo.com; fadjar_p3g@yahoo.com

Pendaftaran Peserta Kegiatan Diklat di SEAMEO for QITEP in Mathematics

Sehubungan dengan akan diadakannya diklat “Developing Lesson Study in Mathematics Education”, SEAMEO Centre for QITEP in Mathematics yang berlokasi di PPPPTK Matematika Yogyakarta pada tanggal 5 s/d 30 Oktober 2009, maka dibuka kesempatan bagi Bapak-Ibu Guru Matematika untuk mendaftarkan diri sebagai nominasi peserta, dengan ketentuan:


  1. Guru Matematika SMP
  2. Mampu berkomunikasi (baik aktif maupun pasif), dan menulis dalam bahasa Inggris yang dibuktikan dengan hasil nilai tes TOEFL (dengan score sama dengan atau lebih dari 450), dan ditunjukkan dengan sertifikat test TOEFL,
  3. Melampirkan medical report yang ditandatangani oleh dokter yang berwenang, dan
  4. Daftar riwayat hidup (dalam bahasa Inggris).
Kelengkapan syarat dikirimkan melalui email kepada PPPPTK Matematika dengan alamat p4tkmatematika@yahoo.com atau qitepinmath@yahoo.com paling lambat tanggal 26 September 2009 untuk dapat diikutkan ke tahap seleksi.

6.02.2010

30 Peserta Terbaik Provinsi Ikut OSN 2010

Jakarta --- Koordinator Olimpiade Sains Nasional SMA, Suharlan, menjelaskan, peserta yang sukses berkompetisi di tingkat provinsi akan berlaga dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2010. Olimpiade tingkat nasional ini yang akan diselenggarakan di Medan, Sumatera Utara pada Agustus.



Mereka yang meraih medali pada OSN 2010 akan melalui seleksi lagi untuk berkompetisi di ajang internasional, dan mendapat pembinaan secara bertahap. Sebanyak 30 peserta terbaik di tingkat nasional akan diseleksi menjadi 10-15 peserta untuk melaju pada seleksi tahap kedua. "Koreksi hasil seleksi olimpiade sains tingkat provinsi oleh tim pembina akan dilaksanakan pada 14-19 Juni 2010. Pengumuman peserta yang akan lolos dilakukan awal Juli 2010," ujarnya hari ini (1/6) di kantor Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta.


Olimpiade Sains Internasional 2010 akan diselenggarakan di delapan negara, yaitu Kazakhstan (International Mathemathics Olympiad), Kroasia (International Physics Olympiad), Jepang (International Chemistry Olympiad), Korea (International Biology Olympiad), Kanada (International Olympiad in Informatics), China (International Olympiad on Astronomy and Astrophysics), dan Indonesia (International Earth Science Olympiad). Indonesia akan menjadi tuan rumah IESO 2010 yang akan diselenggarakan di Yogyakarta, 19-28 September.



Peserta Olimpiade Sains Internasional 2010 adalah siswa-siswi yang lulus seleksi Olimpiade Sains Nasional 2009. Dan untuk 2011, pelaksanaan olimpiade akan dilaksanakan di Belanda (International Mathemathics Olympiad), Thailand (International Physics Olympiad), Turki (International Chemistry Olympiad), Taiwan (International Biology Olympiad), Thailand (International Olympiad in Informatics), Brazil (International Olympiad on Astronomy and Astrophysics), dan Italia (International Earth Science Olympiad).


Sumber: Kepmendiknas

4.20.2010

Kesempatan Diklat Course on Clinical Supervision

Sehubungan dengan akan diadakannya Course on Clinical Supervision oleh SEAMEO Regional Centre for QITEP in Mathematics yang akan dilaksanakan oleh PPPPTK Matematika Yogyakarta; maka dengan ini, dibuka kesempatan kepada Bapak/Ibu Pengawas Bidang Matematika Sekolah Menengah untuk mengikuti diklat tersebut.
Target peserta: 24 Pengawas Bidang Matematika SMP/SMA/SMK; 12 orang dari Indonesia dan 12 orang dari negara-negara anggota SEAMEO.
Waktu penyelenggaraan: 1 sd 28 Juli 2010.

Syarat calon peserta:

  1. Pengawas Bidang Matematika yang terlibat aktif di MKPS Matematika (sebagai pengurus lebih diutamakan), dibuktikan dengan keterangan dari ketua MKPS
  2. Mempunyai kemampuan berbahasa Inggris, dengan TOEFL score >= 425
  3. Berusia maksimal 55 tahun, dan bagi wanita tidak dalam keadaan hamil
  4. Berbadan sehat, dibuktikan dengan surat keterangan dokter.
  5. Menyertakan biodata atau curriculum vitae.

Syarat-syarat mohon dikirimkan ke qitepinmath@yahoo.com paling lambat tanggal 17 Juni 2010. Mohon juga mencantumkan nomor HP (nomor akan dihubungi untuk untuk mengetahui kemampuan Anda dalam berbahasa Inggris).
Pengumuman lolos seleksi menjadi peserta diklat dilakukan tanggal 19 Juni 2010.
Kegiatan ini tidak memungut biaya apapun dari calon peserta. Jika Anda lolos seleksi, biaya mengikuti diklat dibebankan kepada DIPA PPPPTK Yogyakarta 2010 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Untuk informasi selengkapnya dapat menghubungi qitepinmath@yahoo.com atau ikarnasih2001@yahoo.com; emelotirto@yahoo.com; fadjar_p3g@yahoo.com

3.08.2010

ATURAN KENAIKAN PANGKAT BAGI GURU

Perhatian untuk para guru dan kepala sekolah, saat ini sudah ada aturan baru untuk kenaikan pangkat guru (termasuk kepala sekolah), yaitu Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi (PermenPANRB) No. 16 Tahun 2009 . Aturan ini akan mulai diimplementasikan mulai Tahun 2011. Yang berbeda dari sebelumnya adalah :

  1. Kenaikan pangkat dari III/a ke III/b wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) yang besarnya 3 angka kredit.
  2. Kenaikan pangkat dari III/b ke III/c wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) yang besarnya 3 angka kredit dan publikasi ilmiah/karya inovatif (karya tulis ilmiah, membuat alat peraga, alat pelajaran, karya teknologi/seni) dengan 4 angka kredit.
  3. Kenaikan pangkat dari III/c ke III/d wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) yang besarnya 3 angka kredit dan publikasi ilmiah/karya inovatif (karya tulis ilmiah, membuat alat peraga, alat pelajaran, karya teknologi/seni) dengan 6 angka kredit.
  4. Kenaikan pangkat dari III/d ke IV/a wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) yang besarnya 4 angka kredit dan publikasi ilmiah/karya inovatif (karya tulis ilmiah, membuat alat peraga, alat pelajaran, karya teknologi/seni) dengan 8 angka kredit.
  5. Kenaikan pangkat dari IV/a ke IV/b wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) yang besarnya 4 angka kredit dan publikasi ilmiah/karya inovatif (karya tulis ilmiah, membuat alat peraga, alat pelajaran, karya teknologi/seni) dengan 12 angka kredit.
  6. Kenaikan pangkat dari IV/b ke IV/c wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) yang besarnya 4 angka kredit dan publikasi ilmiah/karya inovatif (karya tulis ilmiah, membuat alat peraga, alat pelajaran, karya teknologi/seni) dengan 12 angka kredit (dan harus presentasi di depan tim penilai).
  7. Kenaikan pangkat dari IV/c ke IV/d wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) yang besarnya 5 angka kredit dan publikasi ilmiah/karya inovatif (karya tulis ilmiah dengan 14 angka kredit.
  8. Kenaikan pangkat dari IV/d ke IV/e wajib melaksanakan kegiatan pengembangan diri (pelatihan dan kegiatan kolektif guru) yang besarnya 5 angka kredit dan publikasi ilmiah/karya inovatif (karya tulis ilmiah, membuat alat peraga, alat pelajaran, karya teknologi/seni) dengan 20 angka kredit.

2.20.2010

Kesempatan Diklat Course on Teacher-Made Teaching Aid

Sehubungan dengan akan diadakannya Course on Teacher-Made Teaching Aid oleh SEAMEO Regional Centre for QITEP in Mathematics yang akan dilaksanakan oleh PPPPTK Matematika Yogyakarta maka dengan ini, dibuka kesempatan kepada bapak/ibu guru untuk mengikuti Diklat ini.

Target peserta: 24 guru matematika SD; 12 orang dari Indonesia dan 12 orang dari negara-negara anggota SEAMEO.
Waktu penyelenggaraan: 3 sd 30 Mei 2010.

Syarat calon peserta:

  1. Guru yang terlibat aktif di KKG Matematika (sebagai pengurus lebih diutamakan), dibuktikan dengan keterangan dari ketua KKG
  2. Mempunyai kemampuan berbahasa Inggris, dengan TOEFL score >= 400
  3. Berusia maksimal 50 tahun, dan bagi wanita tidak dalam keadaan hamil
  4. Berbadan sehat, dibuktikan dengan surat keterangan dokter.
  5. Jika mempunyai sertifikat pendidik mohon dilampirkan.
  6. Menyertakan biodata atau curriculum vitae.

Syarat-syarat mohon dikirimkan ke qitepinmath@yahoo.com, dan pujiati06@yahoo.co.id paling lambat tanggal 19 April 2010. Mohon juga mencantumkan nomor HP (nomor akan dihubungi untuk untuk mengetahui kemampuan Anda dalam berbahasa Inggris).

Pengumuman lolos seleksi menjadi peserta diklat dilakukan tanggal 21 April 2010.

Kegiatan ini tidak memungut biaya apapun dari calon peserta. Jika Anda lolos seleksi, biaya mengikuti diklat dibebankan kepada DIPA PPPPTK Yogyakarta 2010 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Untuk informasi selengkapnya dapat menghubungi p4tkmatematika@yahoo.com

2.03.2010

RANKING OF UNIVERSITIES IN SOUTH EAST ASIA

1. National University of Singapore (Singapore) (world Rank: 146)
2. Kasetsart University (Thailand) (World Rank: 229)
3. Prince of Songkla University (Thailand) (world Rank: 338)
4. Mahidol University (Thailand) (World Rank: 381)
5. Chulalongkorn University (Thailand) (World Rank: 398)


6. Nanyang Technological University (Singapore) (WR: 468)
7. Chiang Mai University (Thailand) (WR: 478)
8. Universitas Gadjah Mada (Indonesia) (WR: 562)
9. Khon Kaen University (Thailand) (WR: 567)
10. Institute of Technology Bandung (Indonesia) (WR: 661)
:
:
:
17. University of Indonesia (Indonesia) (WR: 815)
:
19. Petra Christian University (Indonesia) (WR: 854)
:
:
:
24. Gunadarma University (Indonesia) (WR: 1.025)
:
:
:
28. Universitas Negeri Malang* (Indonesia) (WR: 1.256)
:
:
:
31. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Indonesia) (WR: 1.315)
:
:
:
43. Universitas Sebelas Maret (Indonesia) (WR: 1.585)
:
45. Airlangga University (Indonesia) (WR: 1.628)
:
:
:
58. Brawijaya University (Indonesia) (WR: 2.026)
59. Diponegoro University (Indonesia) (WR: 2.059)
:
61. Bogor Agricultural University (Indonesia) (WR: 2.162)
:
:
:
65. Universitas Padjadjaran (Indonesia) (WR: 2.236)
:
:
:
67. Indonesia University of Education* (Indonesia) (WR: 2.298)
:
:
70. Universitas Sriwijaya (Indonesia) (WR: 2.337)
:
:
:
74. Universitas Islam Indonesia (Indonesia) (WR: 2.422)
:
76. Universitas Muhammadiyah Surakarta (Indonesia) (WR: 2.471)
:
:
:
81. Informatics and Computer College Stmik Amikom (Indonesia) (WR: 2.616)
:
:
:
85. Universitas Lampung (Indonesia) (WR: 2.692)
86. Institut Teknologi Telkom (Sekolah Tinggi Teknologi Telkom)* (Indonesia) (WR; 2.704)
:
:
:
100. Yogyakarta State University (Indonesia) (WR: 3.135)

January 2010

RANKING OF UNIVERSITIES IN ASIA

1. University of Tokyo (Jepang) (World Rank: 38)
2. Kyoto University (Jepang) (World Rank: 52)
3. National Taiwan University (Taiwan) (World Rank: 63)
4. University of Hong Kong (Hong Kong) (World Rank: 128)
5. Chinese University of Hong Kong (Hong Kong) (World Rank: 130)


6. Hebrew University of Jerusalem (Israel) (WR: 133)
7. Keio University (Jepang) (WR: 136)
8. National University of Singapore (Singapore) (WR: 146)
9. National Chiao Tung University (Taiwan) (WR: 153)
10. Nagoya University (Jepang) (WR: 161)
:
:
:
:
62. Universitas Gadjah Mada (Indonesia) (WR: 562)
:
:
74. Institute of Technology Bandung (Indonesia) (WR: 661)



January 2010

1.03.2010

Exploring Best VTET Policies and Practices through Research and Networking Initiavites

23 - 24 June 2010
The Rizqun International Hotel
Brunei Darussalam

In the endeavor to continuously strengthen its research network in Southeast Asia and beyond and to provide an avenue for sharing research experiences in vocational and technical education, the Regional Centre for Vocational and Ministers of Education Organisation (SEAMEO VOCTECH) with its partner will be holding the 2nd International Conference on VTE Research and Networking 2010. The first international conference was held in Bali, Indonesia on 7 – 8 July 2008.


This international conference is held by SEAMEO VOCTECH in collaboration with international partners such as The Netherlands Ministry of Foreign Affairs, UNESCO Bangkok, Institute of Technical Education, Singapore, Yogyakarta State University, Indonesia and University of Technology Malaysia (UTM), and with local partners such as Institut Teknologi Brunei, Department of Technical Education, and Department of ICT of the Ministry of Education, Brunei Darussalam. Keynote speakers from various continents will be invited for plenary sessions.

The 22 researchers representing 11 SEAMEO member countries under the Southeast Asian Vocational Education Research Network (SEAVERN) will also be invited to present their research findings from the 2nd and 3rd cycles of SEAVERN projects in parallel sessions. The organiser is calling for paper presenters for parallel sessions to provide opportunities for researchers, lecturers and policymakers to share their findings, best practices and policies relevant to vocational and technical education. Poster sessions, exhibits and opportunities for informal networking will also be organised.

Speakers

Keynote Speakers will be invited to present their papers in line with the theme of the conference. The Organising Committee also invites paper presenters for the Parallel Sessions. Paper presentations in parallel sessions will be allotted 20 minute-delivery and a five-minute question and answer session. All Presenters are encouraged to bring about 20 copies of their Paper for the audience.

• Procedure for Submission of Papers

A paper abstract of 200-250 words – with a title, not exceeding twelve words, author’s name, affiliation, e-mail, conference sub-theme; Content of abstract must include: objectives, methodology / points of discussion / research. Abstract should be emailed to the Conference Secretariat at voctech@brunet.bn / conference@voctech.org.bn no later then Friday, 14 May 2010.

The Paper Review Committee will inform the Abstract Sender by Tuesday, 18 May 2010, whether the proposal has been accepted.

Soft and hard copies of the Full Paper selected for the conference must be sent to the Conference Secretariat no later than Monday, 7 June 2010. If these materials are not received by this date, the Organising and Planning Committee reserves the right to withdraw the paper from presentation.

• Criteria for Acceptance

Relevance to the theme of the conference and freshness and originality of approach are among the major considerations in the acceptance of papers. The Organising and Planning Committee reserves the right to decline paper proposals without assigning reasons.

1.02.2010

Enhancing Mathematics Learning in Primary School Using Realistic Mathematics Education(RME)

Information of Training Programme:
Enhancing Mathematics Learning in Primary School Using Realistic Mathematics Education(RME)
28th of February - 27th of March 2010

Rationale:

RME (Realistic Mathematics Education) is a theory of mathematics education which combines the concept of mathematics as human activities, how students learn mathematics and how to teach mathematics. In the concept of RME, students should be given opportunity to reinvent mathematics concepts and ideas by themselves. The reinvention process is better done by exploration of various contextual problems.


Another notable difference between RME and the traditional approach to mathematics education is the rejection of the mechanistic, procedure-focused way of teaching in which the learning content is split up in meaningless small parts and where the students are offered fixed solving procedures to be trained by exercises, often to be done individually. RME, on the contrary, has a more complex and meaningful conceptualization of learning. The students, instead of being the receivers of ready-made mathematics, are considered as active participants in the teaching-learning process, in which they develop mathematical tools and insights. In addition, students are also offered opportunities to share their experiences with others.

Therefore, teacher should have opportunity to experience teaching mathematics using Southeast Asia RME. It means that teacher will use the RME concept, but teacher uses his own culture and environment as the context of his teaching.


Aims:

To provide primary school teachers and mathematics educators the opportunity to understand RME theory.

To enhance primary school teachers and mathematics educators competence in mathematics teaching and learning using RME.

To provide primary schools teachers and mathematics educators the opportunity to experience SEA-RME lesson.


Expected Outcome:

  1. At the end of the course participants should be able to:
  2. show understanding of the basic concepts of RME
  3. use RME approach in mathematics teaching and learning
  4. acquire skills and abilities to develop classroom-experiment-based RME materials
  5. design school-based RME development program

Course Content:

  1. Introduction to RME
  2. Selected topics
  3. Design research or product development
  4. Program design

Participants:

Twenty four (24) key teachers in Primary Schools. The number of participants needed as follows.
Country Number of Participant Specification of Participant
Indonesia 12 12 key teachers
Cambodia 2 2 key teachers
Lao PDR 2 2 key teachers
Myanmar 1 1 key teacher
Vietnam 1 1 key teacher
Timor Leste 1 1 key teacher
Malaysia 1 1 key teacher
Philippines 1 1 key teacher
Thailand 1 1 key teacher
Bruney 1 1 key teacher
Singapore 1 1 key teacher

Venue

SEAMEO Regional Centre for QITEP in Mathematics
Jl. Kaliurang Km.6 Sambisari Condongcatur Depok Sleman Yogyakarta, Indonesia


Course Requirements:
  1. Mathematics curriculum documents from participant's country.
  2. Articles on actual/recent issues on mathematics education in primary school in participant's country.
  3. Mathematics text books for Primary School used in participan's school

Enquiries

SEAMEO Regional Centre for QITEP in Mathematics
Jl. Kaliurang Km.6 Sambisari Condongcatur Depok Sleman Yogykarta, Indonesia
Phone: +62 274 881717
Fax: +62 274 885752
Email: qitepinmath@yahoo.com

12.14.2009

JADWAL UJIAN NASIONAL 2009

Berdasarkan surat Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 178/MPN/HK/2009 tanggal 03 Desember 2009 perihal: Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2009/2010, maka dengan ini diberitahukan bahwa Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) akan menyelenggarakan UN pada tahun 2010 dengan jadwal sebagai berikut:


Jadwal Ujian Nasional SMA/MA, SMALB, dan SMK Tahun Pelajaran 2009/2010
• UN Utama (22 - 26 Maret 2010)
• UN Susulan (29 Maret - 5 April 2010)
• UN Ulangan (10 - 14 Mei 2010)
Jadwal Ujian Nasional SMP/MTs dan SMPLB Tahun Pelajaran 2009/2010
• UN Utama (29 Maret - 1 April 2010)
• UN Susulan (5 - 8 April 2010)
• UN Ulangan (17 - 20 Mei 2010)
Jadwal UASBN Tahun Pelajaran 2009/2010 SD/MI dan SDLB
• UN Utama (4 - 6 Mei 2010)
• UN Susulan (10 - 12 Mei 2010
Mata pelajaran yang diujikan sama seperti tahun lalu kecuali program keagamaan untuk MA. Kriteria kelulusan sama seperti tahun lalu. Peserta didik mengikuti UN di sekolah penyelenggara masing – masing dengan sistem pengawasan acak dan ada ujian ulangan.

Untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut silakan menghubungi:
BSNP
Gedung D Lantai 2
Mandikdasmen
Jl. RS Fatmawati, Cipete
Jakarta Selatan
Telp. (021) 7668590
Faks. (021) 7668591

9.08.2009

Mendiknas: Mulai 2010 Tunjangan Profesi Guru PNS Periode 2007 dan 2008 Dibayarkan Melalui Bupat

Ogan Ilir, Senin (31 Agustus 2009) -- Mulai tahun 2010 tunjangan profesi untuk guru pegawai negeri sipil (PNS) bagi yang sertifikasinya telah selesai periode tahun 2007 dan 2008 maka tunjangan profesi digabungkan dengan gaji bulanannya dan dibayarkan langsung melalui Bupati.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo pada dialog bersama para pemangku pendidikan di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, Senin (31/08/2009) "Pak Bupati yang membayar. Jadi langsung di dalam gaji sudah termasuk tunjangan profesi," katanya.


Adapun bagi yang lulus sertifikatnya tahun 2009 masih dibayarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) langsung ke rekening. "Hanya yang tahun terakhir saja (dibayarkan oleh Depdiknas). Ketika diyakinkan betul bahwa gurunya dan namanya betul, bahwa dia sudah S1, sudah lulus sertifikasi, sudah tidak ada kesalahan lagi maka kemudian dia menjadi permanen. Tunjangan permanen melekat pada gaji," kata Mendiknas.

Mendiknas menyampaikan, sertifikasi profesi hanya diperuntukkan bagi guru dan bukan ditujukan bagi kepala sekolah maupun pengawas sekolah. Namun demikian, kata Mendiknas, karena untuk menjadi kepala sekolah adalah harus seorang guru maka dia harus bersertifikat. "Sertifikasi itu adalah untuk guru bukan untuk kepala sekolah. Tidak ada sertifikasi kepala sekolah dan tidak ada sertifikasi pengawas. Yang ada sertifikasi guru.

Mendiknas menjelaskan, kepala sekolah wajib mengajar minimal enam jam jika ingin mendapatkan tunjangan profesi. Sementara bagi pengawas, kata Mendiknas, kalau dia seorang guru maka dia harus bersertifikat. "Kalau ada pengawas yang bukan guru maka tidak perlu ikut sertifikasi dan tidak perlu ikut menikmati tunjangan profesi," katanya.

Bupati Ogan Ilir Mawardi Yahya menyampaikan, Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Ilir melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah mengalokasikan uang tambahan atau uang perangsang bagi seluruh guru. Jumlah uang tersebut dibedakan berdasarkan letak wilayah atau zona tempat guru itu mengajar.

Zona tersebut mulai dari daerah yang paling dekat dengan jalan negara sampai ke daerah terpencil berturut - turut adalah A, B, C, dan D. Untuk guru negeri mendapatkan uang transport zona A Rp.150.000,00; zona B Rp.250.000,00; zona C Rp.350.000,00; dan zona D Rp.450.000,00. "Termasuk guru - guru swasta Rp.200.000,00 per bulan," katanya.***

Sumber: Pers Depdiknas